Minggu, 15 November 2009

Prolog

Pada abad 21 ini Food and Agriculture Organization (FAO) menyatakan bahwa Perikanan Budidaya menjadi salah satu sektor andalan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani dan penciptaan lapangan kerja. Sejalan dengan ini, pemerintah menekankan bahwa penyelenggaraan program-program pembangunan Perikanan Budidaya hendaknya berpihak pada penciptaan lapangan kerja (pro-job), penghasil devisa (pro-growth) dan pemberantasan kemiskinan (pro-poor). Untuk mencapai hal tersebut diperlukan partisipasi aktif dan keseriusan dari seluruh stake holder, mengingat kompleksnya berbagai permasalahan yang dihadapi baik secara teknis maupun non teknis.

Indonesia memiliki potensi SDA di bidang perikanan budidaya yang besar yang merupakan keunggulan komparitif dibanding negara lainnya. Keunggulan komparatif ini tidak dapat diubah begitu saja menjadi keunggulan kompetitif tanpa didukung oleh teknologi yang tepat, SDM yang kompeten dan kerja sama yang sinergis antar berbagai pihak yang terkait baik swasta, perguruan tinggi dan pemerintah.
Departemen Budidaya Perairan adalah departemen di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mandat mengembangkan ilmu, teknologi dan manajemen perikanan budidaya air tawar, payau dan laut; mencakup ikan, tumbuhan air dan organisme air lainnya (biota akuatik) yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian Departemen Budidaya Perairan merupakan departemen yang kompeten dan bertanggung jawab terhadap perkembangan teknologi dan pengembangan SDM di bidang perikanan budidaya di Indonesia.

Dalam mengimplementasikan mandat dan tugas yang diembannya, di bidang pendidikan Departemen Budidaya Perairan merancang program pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan permasalahan sesuai dengan tuntutan jaman. Selain itu, departemen juga memiliki perhatian yang serius untuk berperan aktif dalam mengakselerasi pembangunan dan pengembangan bidang Perikanan Budidaya bersama stake holder (swasta, instansi pemerintah dan perguruan tinggi) secara sinergis. Hal ini juga secara langsung merupakan wahana yang baik dalam mengekspresikan profesionalisme para staf dengan keahlian yang dimilikinya.

Mengingat kompleksnya permasalahan dalam pembangunan dan pengembangan perikanan budidaya, maka kerjasama dan networking antar instasi terkait secara profesional merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar